Kamis, 12 Januari 2012

Ayat-ayat Quran tentang perintah menyantuni kaum lemah 


Latar Belakang 
Dalam hidup ada yang kuat ada yang lemah, kaya - miskin layaknya siang dan malam terdapat pula problematika hidup yang kian fluktuatif dimana ditengah-tengah kita hadir Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman hidup bila mau tak sesat sebagaimana di akhir nanti manusia/umat islam seperti buih dilautan
Rumusan Masalah 
Bagaimana memperolah rizqi yang tak disangka-sangka
Bagiamana memperoleh ketenangan hati
Tujuan 
Untuk memperolah rizqi yang tak disangka-sangka
Untuk memperoleh ketenangan hati
Tinjauan Pustaka
Diawal surat al-Baqarah wamimma razaqnaaqum yum fikun/memberikan sebagian rizki yang kami anugrahkan kepadamu dimana kitab ini menjadi pedoman hiudp bagi orang yang beriman dan bertakwa di ayat lain dengan walayahuddu alaa taamilmiskiin/enggan memberi kepada fakir miskin  disebut sebagai pendusta agama. kenapa?? sesungguhnya Allah telah memberi nikmat yang banyak dalam Inna A'taina dan berkorbanlah/wanhar di sambung Iqra'/bacalah. untuk apa?? Alabizikrillahitatmainnul Qulub/dengan mengingat Allah hati jadi tenang. dan supaya untung dengan adanya nilai sadaqah didalamnya. di Al_isra' 26 & 27 tenang menyantuni kaum lemah dan membuang sifat boros agar tidak tergolong teman syaitan

Kesimpulan
Bayak orang memperolah nikmat yang melimpah dan rizki yang tak disangka-sangka dari datangnya dan ketenangan hati tercermin dari pancaran sinar raut muka dan ketawaddu'an

Tips
Hendaknya berprasangka baik
Fastabiqul khairat
menjadi kaya dengan memperhatikan 9 dari 10 pintu rizki ada di dagang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar